Analisis komprehensif, restrukturisasi biaya, perbaikan proses bisnis, dan akselerasi kapabilitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Disusun Oleh:
Willy Permana
Strategic Initiative Proposal for COO
Optimalisasi pengadaan melalui kolaborasi pabrikasi dan pengetatan Internal Quality Control (IQC).
Pengendalian COGS yang kurang maksimal diatasi dengan merubah struktur dari fixed cost menjadi variable cost. Melalui kolaborasi strategis pengadaan olahan beef slice dengan pabrikasi, perusahaan dapat menekan beban aset produksi serta overhead labor internal secara signifikan.
Dampak Utama: Fleksibilitas cash flow dan eliminasi beban pemeliharaan mesin produksi primer.
Perubahan skema pengadaan eksternal wajib diimbangi dengan standarisasi produk yang ketat. Tim menerapkan pengawasan Internal Quality Control yang ketat pada setiap batch kedatangan produk dari mitra pabrikasi untuk menjaga mutu rasa dan konsistensi merek Se'Indonesia di setiap outlet.
Hasil: Mutu produk terjaga tanpa kompromi meski menggunakan model pabrikasi luar.
Mengatasi SDM yang kurang potensial dan inkonsistensi standarisasi kerja demi produktivitas maksimal.
Menemukan banyak SDM kurang potensial di tengah dinamika bisnis yang cepat. Intervensi dilakukan lewat pelatihan intensif dan asesmen ulang untuk menjaga kualitas service dan produk.
Assesment ulang operational standarisasi basic salary (UMK) yang adil berdasarkan zonasi, serta assessment leader by grade salary untuk mendongkrak motivasi kerja.
Menerapkan formasi MPP ideal guna meminimalkan inkonsistensi standarisasi, menekan pemborosan tenaga kerja, serta menaikkan tingkat produktivitas per kapita.
Memangkas hambatan otorisasi struktural untuk mendukung growth plan perusahaan secara optimal.
Selama ini, birokrasi struktur otorisasi yang panjang menjadi hambatan utama dalam kecepatan pengambilan keputusan operasional. Hal ini berdampak langsung pada ketidakmaksimalan pelayanan di lapangan serta melambatnya eksekusi growth plan yang dicanangkan akibat faktor ketidaksiapan birokrasi lama.
Dengan penyederhanaan alur birokrasi, setiap peluang ekspansi pasar dapat dieksekusi dalam hitungan hari, bukan minggu, memastikan Se'Indonesia selalu selangkah lebih maju dari kompetitor.
Standarisasi regulasi tata ruang dapur dan inovasi visual fasad outlet untuk mendongkrak kunjungan.
Standarisasi regulasi tata ruang operasional harian yang mencakup 4 zona utama:
Peningkatan visibilitas brand Se'Indonesia melalui:
Menyelaraskan fungsi antar departemen dan meminimalkan beban administratif di level outlet.
Penataan ulang dan alignment dengan business process agar fungsi masing-masing department dapat berjalan maksimal, sinergis, dan tanpa tumpang tindih operasional.
Meminimalkan pekerjaan administratif di outlet menggunakan sistem monitoring terpusat dan standarisasi, sehingga tim outlet dapat fokus penuh pada pelayanan pelanggan dan kualitas produk.
Visibilitas real-time bagi manajemen pusat untuk memantau performa penjualan, stok bahan baku, dan kepatuhan SOP di seluruh jaringan Se'Indonesia secara instan.
Memperkuat stabilitas manajemen melalui pencapaian kolektif lintas divisi.
Memperkuat stabilitas manajemen dan business process dalam meningkatkan target pencapaian perusahaan secara terukur.
Memastikan perusahaan dibangun secara kolektif oleh seluruh peran divisi melalui Key Performance Indicators (KPI) yang selaras.
Penerapan kerangka kerja Work in Progress strategis untuk memantau progres inisiatif efisiensi secara berkala dan transparan.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk kepemimpinan masa depan.
Penerapan asesmen berbasis 9-Box Matrix memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasi talenta terbaik (High Performers & Star Performers), memberikan program pengembangan khusus (upskilling), serta menyusun suksesi kepemimpinan yang solid di seluruh lini Se'Indonesia.
Ilustrasi 9-Box Talent Matrix
Opsi ekspansi yang efisien secara biaya utilitas dan meningkatkan brand awareness jangka panjang.
Penerapan konsep industrialist Go Green pada operasional outlet dan rantai pasok memberikan efisiensi ganda: penurunan konsumsi energi/utilitas jangka panjang serta pengurangan limbah kemasan.
Di tengah tren konsumen modern yang peduli lingkungan, inisiatif Go Green memperkuat citra merek Se'Indonesia sebagai brand kuliner yang bertanggung jawab secara sosial, membuka peluang penetrasi pasar baru yang lebih luas.
Blueprint 8 poin strategis ini diserahkan kepada COO untuk segera ditindaklanjuti dalam bentuk arahan operasional lintas departemen guna mencapai efisiensi COGS & Opex secara maksimal.
Disusun Oleh:
Willy Permana
Strategic Initiative Proposal